
Kamis (30/04/2026), UPT Puskesmas Rawat Jalan Anjungan menggelar sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa guna meningkatkan kesadaran peserta didik akan pentingnya kesehatan mental sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan berkompeten yang memberikan edukasi mengenai langkah-langkah penanganan awal luka psikologis dengan penyampaian materi yang sederhana dan mudah dipahami
Pada Selasa, 14 April 2026, UPT Puskesmas Rawat Jalan Anjungan mengadakan kegiatan pembekalan dan evaluasi program PMT Pemulihan berbasis pangan lokal di aula puskesmas, yang diikuti kader posyandu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas kader dalam memanfaatkan pangan lokal bergizi, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program agar lebih efektif dan tepat sasaran. Diharapkan, kolaborasi tenaga kesehatan dan kader dapat membantu mencegah serta menangani masalah gizi balita dem
Tim Puskesmas Rawat Jalan Anjungan mengadakan senam dan edukasi PROLANIS di Desa Anjungan Dalam pada 10 April 2026 untuk meningkatkan kebugaran, mencegah komplikasi penyakit kronis, serta mendorong kemandirian peserta dalam menjaga kesehatan. Kegiatan berlangsung antusias, diawali senam bersama dan ditutup dengan penyuluhan kesehatan.
UPT.Puskesmas Rawat Jalan Anjungan tetap membuka pelayanan secara terbatas saat libur lebaran 2026.
Selasa (10/03/2026) – Menindaklanjuti adanya kasus suspek campak dan difteri, Tim UPT Puskesmas Rawat Jalan Anjungan menggelar sosialisasi Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Desa Kepayang. Kegiatan yang melibatkan tenaga promkes, dokter, bidan, dan surveilans ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi.
Pemberian Vitamin A dilaksanakan setiap Februari dan Agustus di seluruh posyandu wilayah kerja UPT. Puskesmas Rawat Jalan Anjungan serta di Puskesmas. Kapsul biru diberikan untuk bayi usia 6–11 bulan dan kapsul merah untuk balita usia 1–5 tahun oleh petugas maupun kader kesehatan. Program ini bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, serta mencegah KVA, kebutaan, dan stunting.