
Senin, 19 Oktober 2026 Puskesmas Anjungan melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan luar gedung di SD Negeri 1 Anjongan, meliputi skrining penyakit kulit (kusta) untuk deteksi dini, skrining kesehatan jiwa untuk mendeteksi masalah psikologis pada anak, serta pemberian obat cacing sebagai upaya pencegahan kecacingan. Kegiatan ini merupakan upaya Puskesmas Anjungan dalam meningkatkan kesehatan anak usia sekolah melalui deteksi dini dan pencegahan penyakit.
Puskesmas Anjungan melalui Tim Promosi Kesehatan (Promkes) melaksanakan pembagian masker di dalam gedung puskesmas sebagai upaya pencegahan penyakit dan penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari paparan asap serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Puskesmas Anjungan melaksanakan kegiatan tracing Tuberkulosis (TBC) terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, pada 15 September 2026. Kegiatan meliputi skrining dan penelusuran kontak, edukasi kesehatan, serta pengumpulan dahak sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan penanggulangan TBC di masyarakat.
SKDR Puskesmas Anjungan Minggu ke-35 Tahun 2026 mencatat 62 kasus penyakit yang dipantau, dengan ISPA menjadi kasus tertinggi sebanyak 53 kasus. Terdapat 5 peringatan kewaspadaan yang seluruhnya telah terverifikasi dalam waktu kurang dari 24 jam. Di tengah kondisi kebakaran hutan dan asap di wilayah Anjungan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan pernapasan.
Puskesmas Anjungan bersama Polsek Anjungan membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat karhutla serta mengimbau warga untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Puskesmas Anjungan membagikan masker dan memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya mencegah dampak kesehatan akibat asap karhutla. Langkah ini dilakukan menyusul tingginya kasus ISPA di Kalimantan Barat yang mencapai lebih dari 151 ribu kasus sejak Januari 2026. Masyarakat diimbau menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.