
Sukseskan "CKG Anak Sekolah", Petugas Puskesmas Rawat Jalan Anjungan Mulai Melakukan Persiapan
Sosialisasi CKG dari Kemenkes RI
Dengan dimulainya tahun ajaran baru pada bulan Juli 2025,
pemerintah secara resmi meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di
seluruh sekolah di Indonesia. Program ini menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun
dan dilaksanakan langsung di sekolah masing-masing. Tujuan utamanya adalah
untuk membentuk generasi muda yang sehat baik secara fisik maupun mental sejak
usia dini. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional
dari Puskesmas setempat.
Sebelum pelaksanaan program, Puskesmas Rawat Jalan Anjungan telah
mengikuti sosialisasi dan orientasi bagi tenaga kesehatan mengenai CKG sekolah
yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selanjutnya,
puskesmas melakukan persiapan terkait kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang
pelaksanaan CKG. Puskesmas juga berkoordinasi dengan sekolah-sekolah di Kecamatan
Anjungan, meliputi 14 Sekolah Dasar (SD/MI), 7 Sekolah Menengah Pertama
(SMP/MTs), dan 5 Sekolah Menengah Atas (SMA/MA).
Pemeriksaan dalam program CKG disusun berdasarkan tahapan
usia dan kebutuhan kesehatan masing-masing jenjang pendidikan. Untuk siswa
Sekolah Dasar (usia 7–12 tahun), pemeriksaan meliputi status gizi, gula darah, tekanan
darah, kesehatan telinga, mata, gigi, tinggi badan, berat badan, deteksi
tuberculosis (TBC), serta skrining hepatitis B. Selain itu, untuk siswa kelas 4-6
dilakukan pemeriksaan kesehatan jiwa dan reproduksi, deteksi dini kebiasaan
merokok, penilaian aktivitas. Serta riwayat imunisasi untuk kelas 1. Bagi siswa
Sekolah Menengah Pertama (usia 13–15 tahun), cakupan pemeriksaannya meliputi
status gizi, tingkat aktivitas fisik, kebiasaan merokok, tekanan darah, kadar
gula darah, deteksi tuberculosis (TBC), talasemia, dan anemia (kelas 7), serta
kesehatan telinga, mata, gigi, jiwa dan reproduksi, skrining hepatitis B dan C,
dan riwayat imunisasi HPV untuk siswi kelas 9. Sementara itu, untuk siswa
Sekolah Menengah Atas (usia 16–17 tahun), pemeriksaan mencakup pemeriksaan
kesehatan umum dan lanjutan, anemia pada remaja putri (kelas 10), hepatitis B
dan C, serta kesehatan jiwa dan reproduksi.
Program ini bertujuan untuk membentuk generasi yang sehat
dan kuat sejak usia dini. Tujuan utama dari kegiatan ini yaitu deteksi penyakit
secara dini serta pembentukan kebiasaan hidup sehat. Pelaksanaan skrining tidak
akan mengganggu aktivitas belajar, karena siswa tetap bersekolah seperti biasa.
Dengan dukungan dari fasilitas layanan kesehatan, pihak sekolah, dan tenaga medis
di lapangan, Program CKG diharapkan menjadi langkah awal dalam mempersiapkan
kondisi fisik dan mental siswa agar mampu meraih prestasi serta masa depan yang
gemilang. (aisa)